Tutorial ini membahas cara
menyisipkan nomor dan judul bab di header atau footer dokumen Word 2007 dan
Word 2010, dimana dokumen terdiri dari beberapa bab.
Sebelum menyisipkan nomor dan judul
bab, pastikan dokumen sudah memiliki 2 hal berikut ini:
Setiap bab dipisahkan dengan section break.
Caranya: Pada Page Layout tab, Page Setup group, klik Breaks,
dan pilih Section Breaks – Next Page.
Nomor dan judul bab menggunakan Heading Style.
Caranya: Pada Home tab, Styles group, pilih format yang
diinginkan, misalnya Heading 1.
Selanjutnya kita akan menyisipkan
nomor dan judul bab pada header dokumen:
Pada bab pertama, klik ganda pada area Header.
Atau pada Insert tab, Header & Footer group, pilih Header
dan klik Edit Header.
Sisipkan nomor dan judul bab dengan cara berikut:
Pada Insert tab, Links group, klik Cross-reference.
Pada kotak Reference type, pilih Heading.
Pada kotak For which heading, klik heading yang
berisi nomor dan judul bab yang ingin disisipkan.
Klik tombol Insert, dan kemudian klik tombol Close.
Hasilnya adalah seperti gambar berikut.
Selanjutnya pindah ke header bab berikutnya.
Caranya: Pada Header&FooterTools, Design
tab, Navigation group, klik Next Section (Word 2007) atau Next
(Word 2010).
Perhatikan gambar berikut, header pada bab 2 (section
2) masih berisi nomor dan judul bab 1.
Untuk mengubahnya, lakukan hal berikut ini:
Klik Link to Previous yang berwarna oranye pada
Design tab - Navigation group, untuk menghapus koneksi
dengan bab sebelumnya.
Hapus teks yang berisi nomor dan judul bab 1 pada
header.
Ulangi langkah 2 di atas untuk menyisipkan nomor dan
judul bab.
Anonim. 2008. Model Pembelajaran Inovatif. Artikel
Ilmu Pendidikan, (Online), (http://smp.kps.sch.id,
diakses 9 April 2008)
Arnidah, dkk. 2005.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mata Diklat Matematika untuk Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Devision) Siswa di
SMKN 1 Makassar. Jurnal Pendidikan.
2, (3): 282.
Merita Wijayanti K.
2007. Peningkatan Kemampuan
Menyelesaikan Soal-Soal Aplikatif
Melalui Strategi Bertukar Pasangan pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1
Sengkang. Skripsi tidak
diterbitkan. Makassar: FMIPA Universitas Negeri Makassar.
Muslich Masnur.
2007. KTSP Dasar Pemahaman dan
Pengembangan. Jakarta : Bumi Aksara.
Sanjaya, Wina.
2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Slameto. 2003. Belajar
dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjana. 1989. Metoda Statistika Edisi ke 5. Bandung: Tarsito.
Munir Tanrere, dkk.
2005. Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement
Devisions untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Siswa SMA. JurnalPendidikan, 2, ( 3): 242-269.
DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas. 2003. Pendekatan Kontekstual (Contextual
Teching And Learning). Dirjen Dikdasmen
Departemen Pendidukan Nasional. (2006). Panduan
Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan ( KTSP ) SD/MI. Jakarta : Depdiknas.
Djumanta, Wahyudin. 2005. Mari
Memahami Konsep IPA Untuk Kelas V Sekolah Dasar, Bandung : Grafindo Media
Pratama.
Ali, Muhammad. 1987. Guru dalam Proses Belajar Mengajar.
Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Bundu dan Kasim. 2008. Konsep Dasar IPA. Makassar: Universitas
Negeri Makassar.
Darmodjo. 1993. Pendidikan IPA II. Jakarta: Rineka Cipta.
Dimyanti. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
Rineka Cipta.
Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Panduan
Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan ( KTSP ) SD/MI. Jakarta : Depdiknas.
Djamarah dan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
Rineka Cipta.
Ibrahim dan Nana Syaodih.
2003. Perencanaan Pengajaran.
Jakarta: Rineka Cipta.
Khaeruddin. 2005. Pembelajaran Sains (IPA) Berdasarkan KBK. Makassar: Universitas Negeri Makassar.
Khalik, Abdul. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Pare-pare:
Universitas Negeri Makassar.
Kemmis dan Teggart. 1988. The Action Research Planner. Deakin
Univercity.
Moedjiono dan Dimyanti. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
Depdikbud
Nurohman, Sabar. 2009. Penerapan Pendekatan STM dalam Pembelajaran
IPA sebagai Upaya Meningkatkan Life Skills Peserta Didik.http://www.chass.ncsu.edu/ids/sts
diakses tanggal 20 Juni 2012.
Rifai. 1998. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Roestiyah. 2008. Strategi Belajar Mengajar dalam CBSA.
Jakarta: Rineka Cipta.
Syaiful Bahri, Djamarah.
2005. Guru dan Anak Didik. Jakarta:
Rineka Cipta.
Sriyono. 1992. Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. Jakarta:
Rineka Cipta.
Sudjana, Nana.
2005.Dasar-Dasar
Proses Belajar Mengajar.
Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Thamrin. 1995. Pendidikan IPA Sains di SD. Jakarta: Rumin Pustaka Jaya
Tim Bina Karya Guru. 2008. IPA SD kelas IV. Jakarta: Erlangga.
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Muhammad. 1987. Guru dalam Proses Belajar Mengajar.
Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Badan Standar Nasional
Pendidikan. 2006. Standar Isi Kurikulum TingkatSatuan Pendidikan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Bundu dan Kasim. 2008. Konsep Dasar IPA. Makassar: Universitas
Negeri Makassar.
Dimyanti. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri.
2005. Guru dan Anak Didik. Jakarta:
Rineka Cipta.
Djamarah dan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
Rineka Cipta.
Kemmis dan Teggart. 1988. The Action Research Planner. Deakin
Univercity.
Khalik. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Pare-pare:
Universitas Negeri Makassar.
Moedjiono dan Damyanti. 1991. Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto,
Suharsimi. 2002. ”Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan”. Jakarta : PT. Rineka
Cipta.
------------------------.
2002. “Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek”. Jakarta : PT.
Rineka Cipta.
------------------------.
2006. ”Penelitian Tindakan Kelas”. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Darsono,
Max, dkk. 2002. ”Belajar dan Pembelajaran”. Semarang : CV. IKIP Semarang
Press.
Djamarah,
Syaiful Bahri. 2002. ”Psikologi Belajar”. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Hasibuan,
J.J. dan Mudjiono. 2000. ”Proses Belajar Mengajar”. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya.
Hastuti,
Widya. 2003. ”efektivitas Penggunaan Metode Pembelajaran STAD untuk Mengajarkan
Sistem Linier Dua Peubah Siswa Kelas 2 Semester II SLTP N 24 Semarang Tahun
Pelajaran 2002/2003”. Skripsi. FMIPAUNNES.
Ibrahim,
Muslimin, dkk. 2002. ”Pembelajaran Kooperatif”. Surabaya : University
Press.
Lie,
Anita. 2002. ”Cooperative Learning : Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang-ruang
Kelas”. Jakarta : PT. Gramedia.
Mulyasa,
E. 2004. “Kurikulum Berbasis Kompetensi : Konsep, Karakteristik, danImplementasi”.
Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Nasution,
S. 2002. ”Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar”. Bandung :
PT. Bumi Aksara.
Nurhadi.
2004. ”Kurikulum 2004 : Pertanyaan dan Jawaban”. Jakarta : PT. Grasindo.
Nur,
Muhammad. 2005. ”Pembelajaran Kooperatif”. Jawa Timur : Depdiknas.
Poerwadarminta.
1995. ”Kamus Umum Bahasa Indonesia”. Jakarta : Balai Pustaka. Ritonga,
dkk. 1999. ”Pelajaran Ekonomi 2 untuk SMU Kelas XI”. Jakarta : Erlangga.
Saptono,
Sigit. 2003. ”Paparan Kuliah Strategi Belajar Mengajar Biologi”. Semarang
: Jurusan Biologi FMIPA UNNES.
Sardiman,
A.M. 2004. ”Inetaksi dan Motivasi Belajar Mengajar”. Jakarta : PT. Raja
Grafindo Persada.
Setyorini,
Rahayu. 2003. “Perbandingan Hasil Belajar Matematika antara ModelPembelajaran
Kooperatif Tipe Jigsaw dan STAD pada Pokok bahasanSistem Persamaan
Linier pada Siswa Kelas I Semester II SMU N IGuntur Kabupaten demak
tahun Pelajaran 2002/2003”. Skripsi. FMIPA UNNES.
Sudjarwo,
H. 2001. “ Metodologi Penelitian Sosial”. Bandung : Mandar Maju.
Supardi.
2006. ”Penelitian Tindakan Kelas”. Jakarta : Bumi Akasara.
Sudikin,
dkk. 2002. ”Manajemen Penrlitian Tindakan Kelas”. Insan Cendekia.
St.
Sunarto. 2005. ”Bagaimana Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas(Classroom
Action Research)”. Regional Education Development and Improvement Program
(REDIP) : JICA.
Sutarto,
Joko. 1999. “Pengantar Pendidikan”. Semarang : CV. IKIP Semarang Press.